MentalBreakdown

Something, Somewhere Went Terribly Wrong

15 Hal Yang Tidak Boleh Dikatakan Disituasi Sosial Kita

Yang Tidak Boleh Dikatakan Pada Orang Yang Baru Putus Dari Pacarnya

Jangan Berkata: “Kamu terlalu baik untuknya”
Mengapa: pada dasarnya kamu mengatakan bahwa orang yang memutuskan teman anda memiliki selera yang buruk dan membuat teman anda malu seandainya ia pernah melakukannya.

Tapi katakan: “Dia sudah lewat!” artinya sama tapi tidak menghakimi teman anda.

Jangan Berkata: “Aku senang kamu putus dari dia, aku tidak pernah menyukainya.”
Mengapa: teman anda akan bertanya kira-kira apa yang akan anda lakukan seandainya kamu bersama dengan mantan pacarnya?
Tapi katakan: “Aku percaya kamu akan mendapatkan seseorang yang akan memberikan apa yang kamu inginkan” ini fokus pada apa yang akan datang, bukannya kamu senang teman anda sudah putus.

Jangan Berkata: “Bagaimana bisa seseorang yang sempurna sepertimu masih lajang?”
Mengapa: Pernyataan seperti ini muncul dengan berbagai alasan tersembunyi. Teman anda akan mendengarnya sebagai, “ apa yang salah denganmu?”
Tapi katakan: “Lihat seseorang?” kalau teman anda tetap menutup mulutnya dan tidak mau bicara tentang orang yang dicintainya. Ganti ke topik lain.

Ahli: Bethany Marshall, Ph.D., a psychotherapists and the author of Deal Breakers: When to Work On a Relationship and When to Walk Away

Yang Tidak Boleh Dikatakan Saat Bertengkar Dengan Pasanganmu

Jangan Berkata: “kamu selalu aja”, atau “kamu gak pernah”, atau “kamu sembarangan”, atau “kamu salah.”
Mengapa: Berbicara telak seperti “kamu selalu aja”, dan “ kamu salah” seperti bermain siapa menyalahkan siapa, ditambah dengan menyebut namanya membuat pasangan anda merasa bersalah, yang membuatnya bersikap defensif dan pertengkaran hebat pun akan bermulai.
Tapi katakan: “aku kaget kamu membiarkan kelakuan itu muncul lagi,. Apa yang bisa kita lakukan agar hal tidak terjadi lagi?”, ini diawali dengan apa yang kamu rasakan dan ini akan membuatnya lebih bisa menerima apa yang ia lakukan dan memperbaiki kesalahannya.

Jangan Berkata: “kalau kamu suka aku, maukah kamu…”
Mengapa: semakin kamu memperlakukan pasanganmu layaknya ia tidak pernah memuaskanmu, semakin sedikit kamu akan merasa puas dengannya. Memaksa pasangan anda dengan menyuruhnya melakukan sesuatu bukanlah cara terbaik untuk membangun keintiman.
Tapi katakan: “Tidak mengapa kamu tidak membantuku merapikan rumah, aku akan merasa lebih baik bila kita dapat melakukannya bersama-sama…”, cara terbaik untuk menjaga pertengkaran agar tidak tambah buruk adalah dengan memberitahu apa yang kamu rasakan dan menawarkan solusi pemecahannya.

Ahli: Terrence Real, a family therapist in Newton, Massachusetts.

Yang Tidak Boleh Dikatakan Tentang Penampilan Seseorang

J angan Berkata: “Kamu terlihat capek.”
Mengapa:
Itu berarti teman anda terlihat jelek.
Tapi katakan:
“apakah segalanya baik-baik saja?” Kita sering menggunakan istilah “capek” ketika kita merasa sudah keluar jalur dari biasanya. Jadi tanyakan saja.

Jangan Berkata: “Wow, kamu kehilangan berton-ton berat badanmu!”
Mengapa:
Untuk orang yang baru saja melangsingkan badannya, itu bisa berarti bahwa dirinya terlihat tidak menarik.
Tapi katakan:
“Kamu terlihat menarik sekali.” Dan cukup sampai situ saja. Bila kamu merasa ada yang aneh tentang bagaimana ia bisa seperti itu, tambahkan, “apa rahasiamu?”

Jangan Berkata: “Kamu terlihat menarik untuk usiamu.”
Mengapa:
sesuatu yang menyanjung seperti ini terdengar kasar. Yang dimaksudnya, “kamu terlihat menarik―bila dibandingkan dengan orang-orang jompo. Sangat menakjubkan kamu masih punya seluruh gigimu.”
Tapi katakan:
“Kamu terlihat menarik.”

Jangan Berkata: “Aku tidak mungkin memakainya.”
Mengapa:
bisa saja diartikan sebagai kritik. (“aku tidak mungkin memakainya karena itu sangat jelek.”)
Tapi katakan:
“kamu terlihat cocok dengan celana jeans”,  kalo kamu ingin terus berbicara dengannya, katakan seperti ini, “aku tidak mungkin memakainya …karena aku tidak diberkati dengan kaki panjang sepertimu”.

Ahli: Clinton Kelly, cohost of the TLC show, What Not to Wear.

Yang Tidak Boleh Dikatakan Ditempat Kerja

Jangan Berkata: “Itu bukan tugasku.”
Mengapa: jika atasanmu memintamu melakukan sesuatu, itu tugasmu.
Tapi katakan: “aku tidak yakin itu akan menjadi prioritasku saat ini.” Lalu bicarakanlah masalah pekerjaan itu kepada atasanmu.

Jangan Berkata: “kedengarannya bodoh, tapi…”
Mengapa: jangan meremahkan ide-ide anda dengan kata-kata yang penuh dengan basa-basi.
Tapi katakan: Apa yang ada dipikiranmu. Itu akan memperkuat kredibilitasmu ketika kamu mengemukakan pendapatmu dengan penuh rasa percaya diri.

Jangan Berkata: “Aku tidak punya waktu bicara denganmu.”
Mengapa: sangat kasar, entah dilakukan secara langsung atau melalui telepon
Tapi katakan: “aku baru saja selesai melakukan sesuatu. Bisa aku datang kesana waktu aku sudah selesai membereskan hal-hal ini?  Sangat lugas, ini menjelaskan mengapa kamu tidak bisa bicara sekarang, dan seakan-akan menjelaskan bahwa kamu akan datang disaat pekerjaan telah selesai. Biarkan telepon masuk ke voice mail hingga kamu dapat menelepon balik seseorang yang telah meneleponmu sebelumnya.

Ahli: Suzanne Bates, president and chief executive officer of Bates Communications, an executive-training firm in Wellesley, Massachusetts, and author of Speak Like a CEO

Yang Tidak Boleh Dikatakan Saat Wawancara Kerja

Jangan Berkata: “bosku sekarang orang yang besar.”
Mengapa: tidak profesional. Orang yang mewawancaraimu akan berpikir kapan kamu akan berkata buruk padanya..
Tapi katakan: “aku siap untuk tantangan berikutnya” atau dengan bahasa lain namun berarti sama.

Jangan Berkata: “apakah anda pikir saya cocok disini?”
Mengapa: kamu adalah yang diwawancarai, bukan yang mewawancarai.
Tapi katakan: “apa yang anda rasakan disaat bekerja disana?” menanyakan sesuatu, tapi mempersiapkan satu hal yang bisa dibuat untuk mengekspresikan ketertarikanmu pada perusahaan tersebut.

Jangan Berkata: “bagaimana jam kerja disana?”, atau“bagaimana kebijakan cuti disana?”
Mengapa: kamu harus terlihat sebagai seseorang yang berniat untuk menyelesaikan tugas-tugas disana.
Tapi katakan: “bagaimana hari-hari anda disana?” kemudian, jika kamu benar-benar tertarik dengan apa yang disebutkan pewawancara anda, tanyakan, “ bisakah anda menceritakan kepada saya tentang paket kompensasi dan keuntungan tambahan dari bekerja disana?

Ahli: Mary Mitchell, president of the Mitchell Organization, a corporate-etiquette training firm in Seattle, and author of The Complete Idiot’s Guide to Etiquette

Kristyn Kusek Lewis

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: