MentalBreakdown

Something, Somewhere Went Terribly Wrong

Revolusi Evolusi – Fosil Manusia 4,4 juta tahun silam – Bukti Bahwa “Missing Link” Itu Tidak Ada!!

“Majulah, Lucy. Dan berikanlah ciuman perpisahan pada “Missing Link”

ardipithecus

Ilmuwan hari ini mengumumkan bahwa mereka telah menemukan fosil tulang-belulang tertua dari nenek moyang manusia. Penemuan ini membuka sebuah cakrawala baru bahwa nenek moyang kita sebenarnya telah mengalami suatu masa evolusi berjuta-juta tahun sebelum Lucy, ikon nenek moyang manusia yang mendiami bumi 3,2 juta tahun silam.

Fosil tadi menyebabkan apa yang sejak masa Darwin, bahwa Simpanse adalah “The Missing Link” – makhluk hidup yang menjadi penghubung evolusi manusia dengan kera – menjadi tidak lagi bermakna. Bahkan, bukti baru ini memberitahu kita bahwa dengan mempelajari anatomi dan tingkah laku simpanse akan tidak lagi menjadi relevan untuk dapat memberikan pengertian tentang asal usul kita.

Ardi – kependekan dari Ardipithecus – malah menunjukkan suatu campuran yang tidak diprediksi sebelumnya tentang suatu karakteristik dan tingkah laku primitifnya, yang lebih mirip kera dewasa dibandingkan menyerupai simpanse dan gorila. “Penemuan ini jauh lebih penting daripada Lucy” kata Alan walker, paleontologis dari Pennsylvania State University yang tidak tergabung dalam tim peneliti. “ini menunjukkan bahwa nenek moyang tertua kita dengan simpanse ternyata tidak mirip simpanse, atau manusia, atau apa yang berada ditengah-tengahnya”

Ardi Dikelilingi Oleh Keluarga

Fosil Ardipithecus Ramidus ditemukan di gurun pasir Ethipoia, disebuah situs purbakala Aramis, ditengah-tengah Daerah bagian Awash. Sekitar 74 km dari tempat spesies Lucy, Australopithecus afarensis, ditemukan pada taun 1974. Penanggalan radiometrik dari abu vulkanik yang melengket pada tulang-belulang Ardi menunjukkan bahwa Ardi hidup sekitar 4,4 juta tahun yang lalu.

Fosil hominid yang lebih tua lagi telah ditemukan, termasuk sebuah tengkorak dari Chad, yang diperkirakan hidup 6 juta tahun silam. Hal tersebut menguatkan bahwa Ardi tidaklah hidup terisolir, ia dikelilingi keluarga. White mengatakan, “itu akan membuat anda melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan dengan spesimen yang terisolasi” ia pun menambahkan, “itu akan membuat penelitian selanjutnya ada pada ilmu biologi”.

Ardi memiliki cara berjalan yang Aneh

Ardi's Skeleton

Kejutan biologi terbesar dari Ardipithecus adalah caranya yang aneh dalam berjalan.

Semua fosil hominid yang telah dikenal – anggota dari garis keturunan nenek moyang kita – berjalan tegak diatas dua kaki, sama seperti kita. Tapi kaki ardi, pelvis, betis, dan tangannya mengatakan bahwa ia menggunakan dua pijakan ketika ditanah dan dengan empat pijakan ketika bergerak dipepohonan. Lihat saja jari kaki Ardi yang besar, yang mencuat keluar  dan lebih mirip kera, untuk memudahkan ia menggengam ranting-ranting pepohonan. Berbeda dengan kaki Simpanse, apabila dikombinasikan dengan jari-jari yang telah termodifikasi lainnya, akan membantu Ardi berjalan dengan dua pijakan ditanah, yang mana efisiensinya menjadi berkurang pada spesies hominid-hominid setelahnya seperti Lucy. Tulang-belulang tersebut menghilang dalam garis keturunan Simpanse dan gorila.

Menurut para peneliti, teulang plevis ardi menunjukkan adanya karakteristik unik. Tulang bagian atas pelvis-nya telah diposisikan sedemikian rupa supaya Ardi dapat berjalan tegak dengan dua kaki tanpa harus melompat dan merangkak kesana kemari seperti halnya simpanse. Tapi bagian bawah pelvis-nya mirip seperti kera, untuk mendorong otot-otot punggung besarnya ketika harus memanjat.

“Bahkan ketika berada di pepohonan, Ardi tidak adanya bedanya dengan kera”, peneliti tadi menambahkan.

Anatomi Simpanse dan gorila modern telah berevolusi khusus untuk bisa memanjat secara vertikal (memeluk pohon), bergelantungan dan berayun dari pohon ke pohon, juga berjalan dengan menggunakan jari-jari tangannya ketika berada ditanah.

Sementara perilaku ini membutuhkan tulang lengan yang kaku dan kuat, ternyata, lengan dan jari tangan Ardi sangatlah fleksibel. Hasilnya, ardi dapat berjalan diatas kedua telapak tangannya ketika ia memanjat dan bergerak dipepohonan – tanpa harus bergelayutan layaknya simpanse dan gorila – yang lebih mirip dengan kera primitif.

apa yang membuat Ardi lebih mirip dengan manusia? jawabannya adalah karena Ardi menggunakan kedua kakinya saat berjalan ditanah. Ardi lebih mirip kera karena ia menggunakan kedua kaki dan kedua tangannya ketika bergerak di pepohonan.

bagaimana dengan simpanse dan gorila? simpanse dan gorilla menggunakan kedua kakinya ketika berjalan ditanah dan ketika bergerak dipepohonan mereka bergelayutan menggunakan kedua tangan mereka.

“ Apa yang Ardi perlihatkan, memberitahu kita bahwa ada suatu waktu singkat dalam tingkat evolusi kita, yang mana tidak ada orang mengetahuinya”. Kata Owen Lovejoy, seorang anatomis dari Kent State University di Ohio, yang menganalisa tulang-belulang Ardi dari leher ke bawah. “ ini mengubah segalanya”, tambahnya.

Against All Odds : Ardi Muncul.

Serpihan pertama dari spesimen Ardipithecus ditemukan di Aramis tahun 1992 dan dipublikasikan pertama pada tahun 1994. Kerangka yang diumumkan sekarang ini sebenarnya ditemukan pada tahun yang sama dan dilakukan penggalian yang memakan waktu lebih dari 3kali pergantian musim. Dan membutuhkan waktu selama 15 tahun bagi para peneliti untuk dapat benar-benar menganalisa dan mempublikasikannya, hal tersebut dikarenakan buruknya kondisi tulang-belulang tadi.

Setelah ardi mati, jasadnya diperkirakan tertimbun kedalam lumpur oleh kuda nil atau herbivora lain yang melewatinya. Berjuta-juta tahun kemudian, terjadi erosi yang menyebabkan tulang-belulang tersebut remuk dan terserak di permukaan. Saking rawannya tulang tersebut, bisa saja langsung menjadi debu bila ditiup atau disentuh. Untuk mengamankan serpihan-serpihan berharga ini, White dan koleganya memisahkan antara batuan disekelilingnya dengan tulang-belulang tadi menggunakan jarum dibawah kendali penglihatan lewat mikroskop, di sebuah laboratorium di Addis. “kami melakukannya setahap demi setahap, milimeter demi submilimeter”, sebagaimana yang dikutip oleh majalah Science. Proses ini sendiri telah memakan waktu bertahun-tahun.

Serpihan-serpihan yang telah hancur ini kemudian dilakukan CT-Scanned dan secara digital dibentuk kembali seperti semula oleh Gen Suwa, seorang paleoantropologis dari Universitas Tokyo.

Pada akhirnya, tim peneliti telah meyelamatkan hampir lebih dari 125 potongan tulang-belulang tadi, termasuk didalamnya bagian betis dan tangan  – sebuah bagian yang sangat penting dan langka diantara fosil-fosil hominid lain yang seumuran dengannya.

“menemukan fosil ini tidaklah lebih daripada sebuah keberuntungan” kata White, “It was against all odds”

Dunia Ardi

Tim juga menemukan sebanyak 6.000 fosil binatang dan spesimen lainnya yang membuka sebuah gambaran tentang dunia ketika Ardi masih hidup : hutan berkabut – yang ternyata sangatlah jauhberbeda bila dibandingkan dengan keadaan sekarang, lansekap kering. Disamping Antelop dan monyet, timbunan fosil tadi juga mengandung burung dan biji-bijian yang diasosiasikan dengan hutan.

Bentuk dan isotop dari gigi fosil hominid ini mengatakan bahwa ia memiliki pola makan yang mengandung buah-buahan, kacang-kacangan, dan makanan hutan lainnya.

Seandainya White dan tim-nya benar bahwa Ardi berjalan dengan kedua kakinya baik ketika memanjat pepohonan, lingkungan keadaannya sekarang merupakan sebuah bukti terjadinya suatu apa yang disebut – Hipotesis Savanna – sebuah teori lama yang mengatakan bahwa nenek moyang kita pertama kali berdiri dalam merespon keinginannya untuk bergerak ke daerah padang rumput terbuka.

“ini barulah awal dari sejarah ardi”, tambah White

Single Post Navigation

3 thoughts on “Revolusi Evolusi – Fosil Manusia 4,4 juta tahun silam – Bukti Bahwa “Missing Link” Itu Tidak Ada!!

  1. Hai, salam kenal, artikel anda ada di

    http://fossil.infogue.com/revolusi_evolusi_fosil_manusia_4_4_juta_tahun_silam_bukti_bahwa_missing_link_itu_tidak_ada_

    ayo gabung bersama kami dan promosikan artikel anda ke semua pembaca. Terimakasih ^_^

  2. deja Nauliah Agata on said:

    Aku membayangkan kalau wajahku tidak secantik saat ini , mungkin aku harus menanggung malu bila bertubuh seperti …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: