MentalBreakdown

Something, Somewhere Went Terribly Wrong

stress

stressStress (psikologi), suatu keadaan emosi yang tidak nyaman dan gejala psikologis yang muncul ketika seseorang mengalami situasi yang dianggap membahayakan atau mengancam keberadaannya. Kata stress mengandung arti yang berbeda bagi setiap orang. Beberapa mengatakan bahwa stress merupakan sebuah situasi yang menyebabkan mereka mengalami ketegangan, tekanan, atau emosi-emosi negatif seperti cemas dan marah. Yang lain beranggapan bahwa stress merupakan sebuah respon terhadap situasi-situasi. Respon yang dimaksud adalah perubahan psikologis – peningkatan detak jantung dan ketegangan otot – seperti perubahan emosi dan tingkah laku. Akan tetapi, banyak psikolog mengartikan stres sebagai sebuah proses yang termasuk didalamnya sebuah interpretasi seseorang terhadap suatu situasi yang mengancam dirinya.

Stress adalah sesuatu yang umum yang dialami ketika seseorang sangat sibuk, memiliki tenggat waktu untuk dipenuhi, atau tidak punya banyak waktu untuk menyelesaikan seluruh pekerjaannya. Seringkali seseorang mengalami stres karena ada masalah dalam pekerjaan atau dalam hubungan sosial, seperti evaluasi buruk dari atasan atau ketika beradu argumen dengan teman. Beberapa orang rentan tehadap stres ketika berada dalam ancaman suatu kegagalan atau penghinaan terhadap harga diri. Beberapa lainnya memiliki ketakutan yang berlebihan terhadap sutu obyek atau barang yang berhubungan dengan ancaman fisik – seperti ular, sakit, petir, atau naik pesawat terbang – dan menjadi stress ketika mereka bertemu atau memikirkan ancaman tersebut. Kejadian besar dalam hidup, seperti kematian orng yang dicintai juga dapat mengakibatkan stres.

Stres memiliki dampak positif dan negatif. Stress adalah hal yang normal, berguna dalam merespon ancaman. Memberitahu akan adanya bahaya dan membantu kita dalam mengambil suatu tindakan defensif. Ketakutan akan sesuatu yang memiliki ancaman realistis turut memotivasi kita untuk berhadapan dengan mereka atau menghindari mereka. Stress juga memotivasi kita untuk memompa kreativitas. Dalam hubungan sosial, stress seringkali membuat kita kesulitan dalam bekerjasama dan menjadi lebih agesif.

Bila tidak ditangani dengan benar, stress bisa berakibat serius. Karena dapat mengakibatkan penyakit fisik seperti sakit jantung juga sakit mental sepeti kecemasan yang berlebihan. Ilmu kesehatan psikologi dalam hal ini cenderung fokus dalam bagian tentang bagaimana stress mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan bagaimana seseorang dapat menggunakan teknik manajemen stress untuk menghindari atau meminimalisir akibatnya.

Sumber Stress

Kondisi yang menyebabkan stress disebut stressor. Stressor dibagi berdasarkan lama dan bahaya yang ditimbulkannya. Sebagai contoh, kewajiban untuk mengasuh orang tua yang sedang sakit bisa menjadi suatu sumber stress, begitu juga ketika terjebak dalam kemacetan lalu lintas bisa menyebabkan stress singkat. Kejadian seperti kematian orang yang dicintai juga bisa menyebabkan stress bagi tiap orang. Akan tetapi, tiap individu memiliki respon berbeda terhadap suatu kejadian yang sama – apa yang meyebabkan stress bagi satu orang belum tentu juga mejadi penyebab stress bagi orang lain. Contohnya, seorang pelajar yang tidak siap menghadapi ujian dan mengantisipasi dapat nilai jelek bisa menjadi stress, lain halnya dengan pelajar yang siap dia akan merasa percaya diri mendapatkan nilai bagus. Untuk sebuah kejadian atau situasi yang menjadi stressor bagi tiap individu, mereka pasti telah mengartikan kejadian atau situasi tersebut sebagai suatu hal yang mengancam dan kurang siap dalam menghadapinya.

Stressor bisa diklasifikasikan kedaram 3 (tiga) kategori umum :

Bencana, perubahan besar dalam hidup, dan kesibukan harian. Singkat saja, cukup hanya dengan memikirkan suatu yang tidak nyaman tentang masa lalu atau mengantisipasi masa depan yang tidak nyaman bisa menyebabkan stress bagi kebanyakan orang.

  1. A. Bencana

Bencana adalah suatu hal yang tiba-tiba, kejadian yang seringkali mengancam atau membahayakan menekan seseorang kepada batas terluar dari kemampuan yang mereka mampu tangani. Bencana yang dimaksud seperti gempa bumi, tornado, kebakaran, banjir, perang, penyiksaan, kecelakaan, kekerasan fisik, dan perkosaan bencana tersebut akan mempengaruhi kesehatan mental seseorang meskipun kejadiannya sudah berlalu.

  1. B. Perubahan besar dalam hidup

Salah satu hal yang paling membuat stress bagi orang dewasa adlah perubahan besar dalam hidup mereka, seperti kematian pasangan hidup atau keluarga, perceraian, kehilangan pekerjaan, dan penyakit. Terkadang, hal yang positif pun bisa membuat stress seseorang. Contohnya, wanita yang mendapatkan promosi jabatan baru akan menerima gaji yang lebih tinggi dan kehormatan yang lebih besar, tapi ia juga akan merasakan stress terkait dengan bawahan yang notabene-nya dulu merupakan rekan sejawatnya. Menikah diyakini adalah hal yang positif, akan tetapi merencanakan pernikahan, menentukan siapa yang akan diundang, dan berhadapan dengan anggota keluarga calon pasangan bisa mengakibatkan calon pengantin menjadi stress.

C. Masalah harian

Stress dalam kehidupan kita adalah buah dari masalah harian mengenai pekerjaan, hubungan personal, dan masalah-masalah keseharian lainnya. Contohnya, memiliki tetangga yang berisik, terjebak di kemacetan, tidak menyukai rekan kerja, cemas akan uang pinjaman, mengantri, atau kehilangan sesuatu. Tingkat stress tidaknya seseorang dari hal-hal tersebut terlihat dari mood harian mereka. Secara umum, semakin tinggi tingkat masalah yang mereka hadapi, semakin buruk mood-nya.

Akibat Stress

Seorang yang stress biasanya mereka memiliki pikiran cemas dan sulit untuk konsentrasi atau mengingat sesuatu. Stress juga bisa merubah perilaku mereka. Gigi bergemeletuk, tangan dan kaki bergetar, sesak napas merupakan tanda-tanda umum stress. Orang yang stress juga mengalami kelainan fisik, seperti mual, tangan dan kaki menjadi dingin, mulut kering, juga denyut jantung meningkat, kesemuanya merupakan efek dari stress yang berasosiasi dengan rasa cemas.

  1. A. Penyakit

Stress diyakini turut berkontribusi dalam beragam masalah kesehatan. Termasuk didalamnya hipertensi (tekanan darah tinggi); jantung koroner (menyempitnya pembuluh jantung); kanker dan masalah kronis lainnya.

Peneliti telah membagi stress, menurut cara seseorang dalam menanggapi stress, sebagai salah satu faktor dalam penyakit jantung. Pelepasan hormon stress memiliki efek kumulatif ke jantung dan pembuluh darah. Kortisol contohnya, mengakibatkan adanya peningkatan tekanan darah yang dapat merusak dan menyempitkan dinding pembuluh darah. Sehingga dengan semakin menyempit dan menyempitnya pembuluh darah, akan menyebabkan antung akan semakin sulit untuk memompa darah.

  1. B. Menurunnya kekebalan tubuh

Sistem kekebalan tubuh berfungsi melindungi tubuh dari penyakit dengan cara mencari dan menghancurkan benda asing, seperti virus dan bakteri. Ada bukti bahwa stress dapat menghambat aktivitas sistem kekebalan tubuh, membiarkan tubuh lebih rentan terkena infeksi penyakit. Tubuh yang kekurangan sistem kekebalan juga akan mengakibatkan timbulnya kanker.

Beragam studi telah berhasil menghubungkan sistem kekebalan tubuh dengan stress. Sebagai contoh, ketika hewan percobaan laboratorium yang secara fisik diuji kedalam keramaian,diberikan aliran listrik,  dipisahkan dengan induknya menunjukkan penurunan sistem kekebalan tubuh. Hal tersebut juga berlaku untuk manusia. Studi telah mendokumentasikan bahwa seorang yang ditinggalkan pasangannya, menghadapi ujian akhir, kurang tidur, diperkosa, atau kehilangan pekerjaan akan mengakibatkan turunnya sistem kekebalan tubuh.

Stress sepertinya menekan sistem kekebalan tubuh dalam 2 (dua) cara. Pertama, ketika seseorang mengalami stress, mereka lebih sering terlibat dalam perilaku yang membahyakan kesehatannya; merokok, minum-minuman keras, kurang tidur, dan kurang makan. Dengan kata lain, stress akan mengubah sistem kekebalan melalui perubahan hormonal. Yang kedua, Penelitian menunjukkan bahwa glukokorticoid –  hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenalin dalam menanggapi stress – secara aktif akan menekan sistem kekebalan tubuh

Dulu  ilmuwan percaya bahwa kekebalan tubuh akan berfungsi secara independen dalam tubuh. Sekarang mereka mengetahui bahwa sistem kekebalan tubuh tidak dapat bekerja dengan sendirinya, tapi berinteraksi dekat dengan organ tubuh lainnya.

  1. C. Penyakit Mental

Stess berakibat pada kesehatan mental layaknya kesehatan fisik. Seorang yang mengalami tingkat stress tinggi dalam waktu lama – dan yang tidak mampu menanganinya – akan menjadi sensitif, mengurung diri, dan mengalami ketidakstabilan emosi. Mereka juga akan kesulitan dalam berkonsentrasi dan memecahkan masalah. Beberapa orang yang berada dibawah tingkat stress yang lama dan berkelanjutan akan mulai merasakan kecemasan yang berlebihan dan depresi. Kecemasan yang berlebihan akan mengakibatkan fobia dan panik terhadap sesuatu. Seorang yang lolos dari bencana bisa saja mengalami kelainan kecemasan yang disebut post-traumatic stress disorder. Mereka akan mengalami ulang kejadian tersebut dalam mimpi dan dalam kejadian-kejadian harian. Mereka sering terlihat tidak berperasaan dan menjadi mudah marah.

Menangani Stress

Menangani stress berarti menggunakan pikiran dan tindakan untuk berhadapan dengan situasi yang mengaibatkan stress dan mengurangi tingkat stress yang kita alami. Seorang yang dapat dengan baik menangani stress harus percaya bahwa hanya mereka sendiri yang bisa mempengaruhi apa yang terjadi pada dirinya. Mereka biasanya membuat lebih banyak statement positif tentang dirinya, melawan rasa frustasi, tetap optimis, dan mencoba berpikir jernih dalam setiap masalah.

  1. A. Strategi Penanganan

Psikolog membedakan 2 (dua) tipe penanganan : fokus problem-focused coping dan emotion-focused coping. Tujuan dari kedua strategi tersebut  adalah untuk mengontrol tingkat stress seseorang. Dalam focused-problem coping, seseorang mencoba untuk merekonstruksi kembali kejadian untuk menimbulkan emosi negatif yang muncul dan mengambil satu langkah untuk merubah, menghindari atau meminimalkan situasi yang mengancam tersebut. Dalam emotion-focused coping, seseorang mencoba untuk secara langsung mengeliminasi emosi yang tidak menyenangkan tersebut. Contohnya dengan memikirkan kembali situasi dengan cara positif, relaksasi, dan pikiran jernih.

Untuk mengerti lebih dalam strategi ini, bayangkan bahwa ada seorang siswa dalam suatu universitas yang hendak mengambil ujian akhir dalam seminggu ini. Ia tahu bahwa ia harus mendapatkan nilai yang bagus agar bisa lulus. Situasi ini merupakan sumber potensial untuk stress. Untuk menanganinya, ia harus mengatur ulang jadwal belajarnya dan belajar secara sistematis (problem-focused coping). Atau ia harus memutuskan bahwa ia butuh untuk istirahat dan merebahkan dirinya untuk beberapa jam (emotion-focused coping) sebelum melakukan rencana tindakan (problem-focused coping). Ia kadang juga harus memutuskan untuk menonton TV selama beberapa jam agar tidak terbawa pikiran tentang ujian akhir-nya (emotion-focused coping).

Umumnya, problem-focused coping merupakan strategi paling efektif ketika seseorang memiliki kesempatan realistis untuk mengubah sudut pandang tentang sesuatu dan mengurangi stress. Emotion-focused coping paling berguna sebagai strategi jangka pendek, karena dapat mengurangi tingkat gejala seseorang sebelum terlibat dalam problem-focused coping dan mengambil tindakan.

  1. B. Dukungan sosial

Dukungan dari teman, anggot keluarga, dan orang lain yang peduli pada kita akan turut mtembantu kita dalam melewati masalah. Dukungan sosial memberikan kita ketenangan emosional, sumber bantuan dan pertolongan, dan informasi ketika kita sedang membutuhkan. Penelitian tentang hal ini telah menghububgkan bahwa dukungan sosial akan memberikan kita kesehatan yang bagus dan kemampuan yang baik dalam menangani stress. Contohnya, sebuah studi jangka panjang pada ribuan penduduk California menemukan bahwa seseorang yang memiliki ikatan sosial hidup lebih lama dibandingkan dengan mereka yang memiliki hubungan sosial tertutup. Studi lain menemukan bahwa korban serangan jantung yang tinggal sendiri hampir dua kali lipat lebih banyak dibandingkan korban serangan jantung yang hidup dengan orang lain.

  1. C. Aerobik

Latihan aerobik – seperti lari, jalan kaki, naik sepeda, dan bermain ski- dapat mengurangi tingkat stress seseorang. Karena latiha aerobik meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru, latihan aerobik yang cukup akan membuat seseorang memiliki denyu t jantung yang lebih stabil dan menurunkan tekanan darah, menurunkan tingkat kepekaan terhadap stressor, dan pulih lebih cepat dari stressor. Dengan kata lain, studi menunjukkan bahwa seorang yang melakukan latihan aerobik secara teratur memiliki tingkat kepercayaan diri lebih tinggi dan tidak mudah menderita rasa cemas dan depresi. American College of Sports Medicine menyarankan latihan aerobik 3-4 kali seminggu sekurang-kurangnya 20 menit untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Single Post Navigation

One thought on “stress

  1. suga on said:

    tanks bro… smg bs membantu ijin kopi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: